PAPER
Media Pembelajaran (Tujuan, Fungsi, Manfaat,
Jenis, Kriteria, Prinsip Pemilihan) dan Pembelajaran Berbasis Multimedia
Disusun guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Media Pembelajaran
Semester Gasal
Dosen Pengampu: Irma Yuniar Wardhani, M.Pd.
Disusun oleh :
1. Heni Elvina Handayani (1610310xxx)
2. Radia Lasati Syafrie (1610310 xxx)
3. Umatul Markhumah (1610310 xxx)
4. Halimatussa’diah (1610310 xxx)
5. Farida Tri Handayani (1610310 xxx)
6. Rizayatul Ulfah (1610310 xxx)
7. Siti Fatimah (1610310 xxx)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH BTIDAIYAH - A
2018
BAB II
PEMBAHASAN
A. Jenis-Jenis, Kriteria, dan Prinsip Media Pembelajaran
1. Jenis dan Kriteria Media Pembelajaran
a. Jenis media berdasarkan sifat
1) Media Visual
Media visual adalah media
yang bisa dilihat. Media ini mengandalkan indra penglihatan. Contoh: media
foto, gambar, komik, gambar tempel, poster, majalah, buku, miniatur, alat
peraga, dan sebagainya.[1]
Kriteria media visual yaitu: mempresentasikan
konsep-konsep yang diajarkan kepada siswa, media yang paling efektif untuk
menjelaskan konsep atau pengetahuan yang bersifat abstrak yang sulit dipahami
melalui penjelasan verbal, memperkuat pembelajaran yang disampaikan secara
verbal, konsep-konsep yang diajarkan dengan menggunakan gambar atau visual
biasanya lebih mudah diingat oleh siswa daripada konsep-konsep yang diajarkan
secara verbal.
2)
Media
Audio
Media audio adalah media yang bisa didengar. Media ini mengandalkan
indra telinga sebagai salurannya. Contohnya: suara, musik dan lagu, alat musik,
siaran radio, dan kaset suara atau CD dan sebagainya.[2]
Secara umum media audio memiliki kriteria sebagai berikut: mampu
mengatasi keterbatasan ruang dan waktu (mudah dipindahkan dan jangkauannya
luas), pesan/program dapat direkam dan diputar kembali sesukanya, dapat
mengembangkan daya imajinasi dan merangsang partisipasi aktif pendengarnya, dapat
mengatasi masalah kekurangan guru, sifat komunikasinya hanya satu arah, sangat
sesuai untuk pengajaran musik dan bahasa, dan pesan/informasi atau program
terikat dengan jadwal siaran (pada jenis media radio).
3)
Media
Audio Visual
Media audio visual adalah media yang bisa didengar dan dilihat
secara bersamaan. Media ini menggerakkan indra pendengaran dan penglihatan
secara bersamaan. Contohnya: media drama, pementasan, film, televisi dan media
yang sekarang menjamur, yaitu VCD.[3]
Kriteria media audio visual adalah antara lain: (1) Mampu
menghadirkan informasi atau pesan dalam wujud gambar/visual dan suara secara
riil, nyata. (2) Lebih mengutamakan visual dari pada suara, meskipun tidak bisa
lepas dengan suara yang berperan melengkapi informasi atau pesan
visual. (3) Informasi yang disampaikan dapat berupa gambar/visual fakta,
kejadian nyata, ataupun sebuah fiksi/gagasan kreatif. (4) Informasi atau
pesan yang dikemas dalam Program Audio Visual teknik penyebarannya dapat
melalui media Televisi, Internet, VCD, DVD. (5) Program yang dikemas dalam
format VCD atau DVD dapat ditonton berulang-ulang dan mudah digandakan. (6)
Setiap program audio visual selalu dibatasi oleh waktu/durasi. (7) Biaya
untuk memproduksi program audio visual relatif mahal.
b.
Jenis
media berdasarkan kemampuan jangkauan
1)
Luas
Pengguanaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta
dapat menjangkau jumlah anak didik yang banyak dalam waktu yang sama. Contoh:
radio, televisi, internet.[4]
Kriteria jangkauan luas yaitu memiliki
variasi program yang cukup banyak, mudah
dipindah-pindah tempat dan gelombangnya, baik untuk mengembangkan imajinasi
siswa, dapat lebih memusatkan perhatian siswa terhadap kata, kalimat atau
musik, sehingga sangat cocok digunakan untuk pengajaran bahasa. Jangkauannya sangat luas, sehingga dapat didengar oleh massa yang
banyak.
2)
Terbatas
Media ini dalam penggunaannya membutuhkan ruang dan tempat yang
khusus seperti sound slide, film rangkai, yang harus menggunakan tempat yang
tertutup dan gelap. Contohnya: film, video.[5]
Kriteria jangkauan terbatas yaitu membantu menimbulkan pengertian
dan ingatan yang kuat pada pesan yang disampaikan dan dapat dipadukan dengan
unsur suara, merangsang minat dan perhatian siswa dengan warna dan gambar yang
kongkrit, program slide mudah direvisi sesuai dengan kebutuhan, karena filmnya
terpisah-pisah, Penyimpanannya mudah karena ukurannya kecil.
c.
Jenis
media berdasarkan cara/teknik pemakaian
1)
Grafis
Media grafis
adalah media visual yang menyajikan fakta, ide atau gagasan melalui penyajian
kata-kata, kalimat, angka-angka, dan simbol (gambar). Grafis biasanya digunakan
untuk menarik perhatian, memperjeas sajian ide, dan mengiustrasikan fakta-fakta
sehingga menarik danmudah diingat. Beberapa contoh media grafis antara lain:
gambar, kartun, karikatur, grafik, diagram, dan lain-lain.[6]
Kriteria yang
dimikili yaitu: bersifat kongkrit, dapat mengatasi batasan ruang dan waktu,
dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang masalah apa saja dan pada tingkat
usia berapa saja, murah harganya dan mudah mendapatkan serta menggunakannya,
terkadang memiliki ciri abstrak (pada jenis media diagram), merupakan ringkasan
visual suatu proses, terkadang menggunakan simbul-simbul verbal (pada jenis
media grafik), dan mengandung pesan yang bersifat interpretatif.
2)
Cetak
Media cetak
adalah media pembelajaran yang disajikan dalam bentuk tercetak (prited media).[7]
Media jenis ini termasuk kelompok media yang paling tua dan banyak digunakan
dalam proses pembelajaran karena praktis penggunaannya dan tersedia di banyak
tempat. Beberapa contoh media cetak adalah buku teks, modul, majalah dan
sejenisnya.
Kriteria media
cetak yaitu: teks dibaca secara linear, menampilkan komunikasi secara satu arah
dan reseptif, ditampilkan secara statis/diam, pengembangannya sangat tergantung
kepada prinsip-prinsip pembahasan, berorientasi/berpusat pada siswa, informasi
dapat diatur/ditata ulang oleh pemakai.
3)
Gambar
Diam
Gambar diam
adalah media visual yang berupa gambar yang dihasilkan melalui fotografi.
Contohnya: foto.[8] Kriteria gambar diam yaitu:
mempresentasikan konsep-konsep yang diajarkan kepada siswa, media yang paling
efektif untuk menjelaskan konsep atau pengetahuan yang bersifat abstrak yang
sulit dipahami melalui penjelasan verbal, memperkuat pembelajaran yang
disampaikan secara verbal, konsep-konsep yang diajarkan dengan menggunakan
gambar atau visual biasanya lebih mudah diingat oleh siswa daripada
konsep-konsep yang diajarkan secara verbal dan pembuatannya mudah dan harganya
murah.
B. Pembelajaran Berbasis Multimedia
1. Pengertian
Pembelajaran multimedia adalah
pembelajaran yang didesain dengan menggunakan berbagai media secara bersamaan
seperti teks, gambar (foto), film (video) dan lain-lain sebagainya yang
kesemuanya saling bersinergi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dirumuskan
sebelumnya.[9]
Jadi dengan demikian dalam satu proses pembelajaran melalui multimedia, siswa
belajar tidak hanya dari satu jenis madia saja, akan tetapi dari berbagai macam
media secara bersamaan atau satu kesatuan yang dirancang secara utuh.
Multimedia juga
merupakan bagian dari pembelajaran berbasis elektronik (e-learning).[10] Dalam multimedia, kombinasi teks, grafis, dan elemen audio ke dalam satu koleksi
interaktif atau presentasi dan diberikan kepada pengguna terhadap informasi apa
yang dilihat dan didengar disebut multimedia interaktif.[11]
2. Ragam Multimedia
Multimedia merupakan pengemasan materi pembelajaran dengan memadukan
berbagai ragam media. Terdapat berbagai ragam media yang dipadukan, antara lain
sebagai berikut:[12]
a. Teks
Teks adalah rangkaian tulisan yang tersusun sehingga
memiliki makna sebagai informasi yang hendak disampaikan.
b. Suara (audio)
Suara (audio) dapat memperjelas gagasan yang hendak
disampaikan dan dapat meminimalisir kejenuhan sehingga dapat meningkatkan
kegairahan belajar.
c. Animasi dan film
Film dan animasi dapat dikemas untuk menyampaikan
berbagai jenis materi pelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran.
d. Bagan dan grafik
Fungsi bagan dan grafik adalah untuk menyajikan ide atau
gagasan yang sulit bila hanya disampaikan melalui teks atau suara saja.
Dalam pembelajaran multimedia, kesemua unsur itu digabung menjadi satu
kesatuan sehingga menjadikan pembelajaran lebih dinamis dan tidak membosankan.
3. Manfaat Pembelajaran Multimedia
a. Melayani perbedaan gaya belajar
Setiap peserta didik memiliki gaya belajar
yang berbeda-beda, yakni cara-cara yang lebih disukai dalam melakukan kegiatan
berpikir, memproses dan mengerti suatu informasi.[13]
Diantara peserta didik ada yang lebih suka belajar dengan cara melihat
(visual), mendengar (auditorial), dan lain-lain.
b. Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan siswa lebih aktif belajar
c. Memberikan wawasan yang lebih luas dalam mempelajari materi tertentu
Karena pembelajaran multimedia adalah gabungan
dari beberapa media, maka dalam penggunaannya bisa dipastikan bahwa peserta
didik tidak hanya akan mendapat pengetahuan yang sifatnya visual saja, atau
audio saja. Namun, baik visual, audio, bahkan pengetahuan yang bukan dari dalam
negeri (melalui film ataupun video pendek) bisa diperoleh siswa dalam sekali
pembelajaran.
d. Dapat digunakan untuk pembelajaran individual
Pembelajaran multimedia ini dapat dilakukan
siswa individual, tidak hanya dalam setting sekolah, tetapi juga di
rumah. Materi juga dapat diulang-ulang sesuai kehendak siswa.[14]
e. Dapat mengemas berbagai materi pelajaran
[2] Ibid.,
hlm 10.
[3] Ibid.
hlm. 10.
[4] Rudy Sumiharsono dan Hisbiyatul Hasanah, Media
Pembelajaran: Buku Bacaan Wajib Dosen, Guru dan Calon Pendidik, (Jakarta:
Pustaka Abadi) hlm. 33.
[5] Ibid.,
hlm. 32.
[6] Ibid.,
hlm. 33.
[7] Ibid.,
hlm. 35.
[8] Ibid.,
hlm. 35.
[9] Wina Sanjaya,
Media Komunikasi Pembelajaran, (Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2014),
hlm. 221.
[10] Muhammad
Rusli, Dadang Hermawan, dan Ni Nyoman Supuwiningsih, Multimedia Pembelajaran
yang Inovatif, (Yogyakarta: Penerbit Andi, 2017), hlm. 7.
[13] M. Nur Ghufron
dan Rini Risnawita, S, Gaya Belajar Kajian Teoretik, (Yogyakarta: Pustaka
Pelajar, 2013), hlm. 10-11.
[14] Rudi Susilana dan Cepi Riyana, Media Pembelajaran, (Bandung: CV.
Wacana Prima, 2009), hlm. 130.

0 komentar:
Berkomentar yang bijak ya..