Kamis, 29 November 2018

Makalah Jenis dan Kriterian Media Pembelajaran


PAPER
Media Pembelajaran (Tujuan, Fungsi, Manfaat, Jenis, Kriteria, Prinsip Pemilihan) dan Pembelajaran Berbasis Multimedia
Disusun guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Media Pembelajaran
Semester Gasal
Dosen Pengampu: Irma Yuniar Wardhani, M.Pd.
Disusun oleh :
1.      Heni Elvina Handayani        (1610310xxx)
2.      Radia Lasati Syafrie             (1610310 xxx)
3.      Umatul Markhumah             (1610310 xxx)
4.      Halimatussa’diah                 (1610310 xxx)
5.      Farida Tri Handayani           (1610310 xxx)
6.      Rizayatul Ulfah                    (1610310 xxx)
7.      Siti Fatimah                          (1610310 xxx)

 
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH BTIDAIYAH - A
2018
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Jenis-Jenis, Kriteria, dan Prinsip Media Pembelajaran
1.      Jenis dan Kriteria Media Pembelajaran
a.       Jenis media berdasarkan sifat
1)      Media Visual
Media visual adalah  media yang bisa dilihat. Media ini mengandalkan indra penglihatan. Contoh: media foto, gambar, komik, gambar tempel, poster, majalah, buku, miniatur, alat peraga, dan sebagainya.[1]
Kriteria media visual yaitu: mempresentasikan konsep-konsep yang diajarkan kepada siswa, media yang paling efektif untuk menjelaskan konsep atau pengetahuan yang bersifat abstrak yang sulit dipahami melalui penjelasan verbal, memperkuat pembelajaran yang disampaikan secara verbal, konsep-konsep yang diajarkan dengan menggunakan gambar atau visual biasanya lebih mudah diingat oleh siswa daripada konsep-konsep yang diajarkan secara verbal.
2)      Media Audio
Media audio adalah media yang bisa didengar. Media ini mengandalkan indra telinga sebagai salurannya. Contohnya: suara, musik dan lagu, alat musik, siaran radio, dan kaset suara atau CD dan sebagainya.[2]
Secara umum media audio memiliki kriteria sebagai berikut: mampu mengatasi keterbatasan ruang dan waktu (mudah dipindahkan dan jangkauannya luas), pesan/program dapat direkam dan diputar kembali sesukanya, dapat mengembangkan daya imajinasi dan merangsang partisipasi aktif pendengarnya, dapat mengatasi masalah kekurangan guru, sifat komunikasinya hanya satu arah, sangat sesuai untuk pengajaran musik dan bahasa, dan pesan/informasi atau program terikat dengan jadwal siaran (pada jenis media radio).
3)      Media Audio Visual
Media audio visual adalah media yang bisa didengar dan dilihat secara bersamaan. Media ini menggerakkan indra pendengaran dan penglihatan secara bersamaan. Contohnya: media drama, pementasan, film, televisi dan media yang sekarang menjamur, yaitu VCD.[3]
Kriteria media audio visual adalah antara lain: (1) Mampu menghadirkan informasi atau pesan dalam wujud gambar/visual dan suara secara riil, nyata. (2) Lebih mengutamakan visual dari pada suara, meskipun tidak bisa lepas dengan suara yang berperan melengkapi informasi atau pesan visual. (3) Informasi yang disampaikan dapat berupa gambar/visual fakta, kejadian nyata, ataupun sebuah fiksi/gagasan kreatif. (4) Informasi atau pesan yang dikemas dalam Program Audio Visual teknik penyebarannya dapat melalui media Televisi, Internet, VCD, DVD. (5) Program yang dikemas dalam format VCD atau DVD dapat ditonton berulang-ulang dan mudah digandakan. (6) Setiap program audio visual selalu dibatasi oleh waktu/durasi. (7) Biaya untuk memproduksi program audio visual relatif mahal.
b.      Jenis media berdasarkan kemampuan jangkauan
1)      Luas
Pengguanaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah anak didik yang banyak dalam waktu yang sama. Contoh: radio, televisi, internet.[4]
Kriteria jangkauan luas yaitu   memiliki variasi program yang cukup banyak,  mudah dipindah-pindah tempat dan gelombangnya, baik untuk mengembangkan imajinasi siswa, dapat lebih memusatkan perhatian siswa terhadap kata, kalimat atau musik, sehingga sangat cocok digunakan untuk pengajaran bahasa. Jangkauannya sangat luas, sehingga dapat didengar oleh massa yang banyak.
2)      Terbatas
Media ini dalam penggunaannya membutuhkan ruang dan tempat yang khusus seperti sound slide, film rangkai, yang harus menggunakan tempat yang tertutup dan gelap. Contohnya: film, video.[5]
Kriteria jangkauan terbatas yaitu membantu menimbulkan pengertian dan ingatan yang kuat pada pesan yang disampaikan dan dapat dipadukan dengan unsur suara, merangsang minat dan perhatian siswa dengan warna dan gambar yang kongkrit, program slide mudah direvisi sesuai dengan kebutuhan, karena filmnya terpisah-pisah, Penyimpanannya mudah karena ukurannya kecil.
c.       Jenis media berdasarkan cara/teknik pemakaian
1)      Grafis
Media grafis adalah media visual yang menyajikan fakta, ide atau gagasan melalui penyajian kata-kata, kalimat, angka-angka, dan simbol (gambar). Grafis biasanya digunakan untuk menarik perhatian, memperjeas sajian ide, dan mengiustrasikan fakta-fakta sehingga menarik danmudah diingat. Beberapa contoh media grafis antara lain: gambar, kartun, karikatur, grafik, diagram, dan lain-lain.[6]
Kriteria yang dimikili yaitu: bersifat kongkrit, dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang masalah apa saja dan pada tingkat usia berapa saja, murah harganya dan mudah mendapatkan serta menggunakannya, terkadang memiliki ciri abstrak (pada jenis media diagram), merupakan ringkasan visual suatu proses, terkadang menggunakan simbul-simbul verbal (pada jenis media grafik), dan mengandung pesan yang bersifat interpretatif.
2)      Cetak
Media cetak adalah media pembelajaran yang disajikan dalam bentuk tercetak (prited media).[7] Media jenis ini termasuk kelompok media yang paling tua dan banyak digunakan dalam proses pembelajaran karena praktis penggunaannya dan tersedia di banyak tempat. Beberapa contoh media cetak adalah buku teks, modul, majalah dan sejenisnya.
Kriteria media cetak yaitu: teks dibaca secara linear, menampilkan komunikasi secara satu arah dan reseptif, ditampilkan secara statis/diam, pengembangannya sangat tergantung kepada prinsip-prinsip pembahasan, berorientasi/berpusat pada siswa, informasi dapat diatur/ditata ulang oleh pemakai.
3)      Gambar Diam
Gambar diam adalah media visual yang berupa gambar yang dihasilkan melalui fotografi. Contohnya: foto.[8] Kriteria gambar diam yaitu: mempresentasikan konsep-konsep yang diajarkan kepada siswa, media yang paling efektif untuk menjelaskan konsep atau pengetahuan yang bersifat abstrak yang sulit dipahami melalui penjelasan verbal, memperkuat pembelajaran yang disampaikan secara verbal, konsep-konsep yang diajarkan dengan menggunakan gambar atau visual biasanya lebih mudah diingat oleh siswa daripada konsep-konsep yang diajarkan secara verbal dan pembuatannya mudah dan harganya murah.
B.     Pembelajaran Berbasis Multimedia
1.      Pengertian
Pembelajaran multimedia adalah pembelajaran yang didesain dengan menggunakan berbagai media secara bersamaan seperti teks, gambar (foto), film (video) dan lain-lain sebagainya yang kesemuanya saling bersinergi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dirumuskan sebelumnya.[9] Jadi dengan demikian dalam satu proses pembelajaran melalui multimedia, siswa belajar tidak hanya dari satu jenis madia saja, akan tetapi dari berbagai macam media secara bersamaan atau satu kesatuan yang dirancang secara utuh.
Multimedia juga merupakan bagian dari pembelajaran berbasis elektronik (e-learning).[10] Dalam multimedia, kombinasi teks, grafis, dan elemen audio ke dalam satu koleksi interaktif atau presentasi dan diberikan kepada pengguna terhadap informasi apa yang dilihat dan didengar disebut multimedia interaktif.[11]
2.      Ragam Multimedia
Multimedia merupakan pengemasan materi pembelajaran dengan memadukan berbagai ragam media. Terdapat berbagai ragam media yang dipadukan, antara lain sebagai berikut:[12]
a.       Teks
Teks adalah rangkaian tulisan yang tersusun sehingga memiliki makna sebagai informasi yang hendak disampaikan.
b.      Suara (audio)
Suara (audio) dapat memperjelas gagasan yang hendak disampaikan dan dapat meminimalisir kejenuhan sehingga dapat meningkatkan kegairahan belajar.
c.       Animasi dan film
Film dan animasi dapat dikemas untuk menyampaikan berbagai jenis materi pelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran.
d.      Bagan dan grafik
Fungsi bagan dan grafik adalah untuk menyajikan ide atau gagasan yang sulit bila hanya disampaikan melalui teks atau suara saja.
Dalam pembelajaran multimedia, kesemua unsur itu digabung menjadi satu kesatuan sehingga menjadikan pembelajaran lebih dinamis dan tidak membosankan.
3.      Manfaat Pembelajaran Multimedia
a.       Melayani perbedaan gaya belajar
Setiap peserta didik memiliki gaya belajar yang berbeda-beda, yakni cara-cara yang lebih disukai dalam melakukan kegiatan berpikir, memproses dan mengerti suatu informasi.[13] Diantara peserta didik ada yang lebih suka belajar dengan cara melihat (visual), mendengar (auditorial), dan lain-lain.
b.      Pembelajaran menjadi lebih bermakna dan siswa lebih aktif belajar
c.       Memberikan wawasan yang lebih luas dalam mempelajari materi tertentu
Karena pembelajaran multimedia adalah gabungan dari beberapa media, maka dalam penggunaannya bisa dipastikan bahwa peserta didik tidak hanya akan mendapat pengetahuan yang sifatnya visual saja, atau audio saja. Namun, baik visual, audio, bahkan pengetahuan yang bukan dari dalam negeri (melalui film ataupun video pendek) bisa diperoleh siswa dalam sekali pembelajaran.
d.      Dapat digunakan untuk pembelajaran individual
Pembelajaran multimedia ini dapat dilakukan siswa individual, tidak hanya dalam setting sekolah, tetapi juga di rumah. Materi juga dapat diulang-ulang sesuai kehendak siswa.[14]
e.       Dapat mengemas berbagai materi pelajaran



[1] Satrianawati, Media dan Sumber Belajar. (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2018), hlm. 10.
[2] Ibid., hlm 10.
[3] Ibid. hlm. 10.

[4] Rudy Sumiharsono dan Hisbiyatul Hasanah, Media Pembelajaran: Buku Bacaan Wajib Dosen, Guru dan Calon Pendidik, (Jakarta: Pustaka Abadi) hlm. 33.

[5] Ibid., hlm. 32.
[6] Ibid., hlm. 33.
[7] Ibid., hlm. 35.
[8] Ibid., hlm. 35.
[9] Wina Sanjaya, Media Komunikasi Pembelajaran, (Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2014), hlm. 221.
[10] Muhammad Rusli, Dadang Hermawan, dan Ni Nyoman Supuwiningsih, Multimedia Pembelajaran yang Inovatif, (Yogyakarta: Penerbit Andi, 2017), hlm. 7.
[11] Gde Putu Arya Oka, Media dan Multimedia Pembelajaran, (Yogyakarta: Deepublish, 2017), hlm. 9.
[12] Wina Sanjaya, Media Komunikasi Pembelajaran , ....., hlm. 227-233.
[13] M. Nur Ghufron dan Rini Risnawita, S, Gaya Belajar Kajian Teoretik, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013), hlm. 10-11.
[14] Rudi Susilana dan Cepi Riyana, Media Pembelajaran, (Bandung: CV. Wacana Prima, 2009), hlm. 130.

Previous Post
Next Post

yang terbuka namun rahasia; ia hanya dapat dipahami melalui cinta; hanya dapat disentuk dengan kebaikan.

0 komentar:

Berkomentar yang bijak ya..