Pengertian dan Jenis-jenis Karya Ilmiah
Disusun guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Semester Genap
Dosen Pengampu: Andi Asyhari, M.Pd.
Disusun oleh :
1. Ummatul Markhumah (16103*****)
2. Halimatussa’diah (16103*****)
3. Ariska Fitriyani (16103*****)
4. Ulfatun Nasifah (16103*****)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH BTIDAIYAH - A
2018
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Karya ilmiah memiliki
hubungan erat dengan istilah penelitian ilmiah dan berfikir ilmiah. Dikatakan
demikian karena penelitian ilmiah adalah penelitian yang dilakukan dengan
menggunakan pola berfikir secara ilmiah, yakni pola berfikir yang di dalamnya
mencakup langkah-langkah pengorganisasian gagasan melalui pemikiran secara
konseptual dan prosedural. Adapun wujud dari penelitian ilmiah itu sendirilah
yang disebut sebagai karya ilmiah.
Karya ilmiah juga erat
kaitannya dengan menulis. Dalam penulisan karya ilmiah harus didasarkan kepada
segala sesuatu yang bersifat keilmuan, didasarkan pada ilmu pengetahuan, serta
memenuhi syarat atau kaidah ilmu pengetahuan.Penulisannya harus menggunakan
bahasa baku yang ilmiah dengan menyajikan topik yang berupa fakta, berisikan
gagasan ilmiah (ilmu pengetahuan), didasarkan pada hasil
penyelidikan-penyelidikan, dan memberikan alternatif solusi.
Penulisan karya ilmiah
kerap kali menjadi masalah bagi seorang peneliti yang sedang mengadakan suatu
penelitian. Masalah yang paling mendasar adalah ketika seorang peneliti belum
paham betul tentang apa itu karya ilmiah atau bahkan tidak mengerti mengenai
jenis-jenis karya ilmiah, sehingga penyusunan karya ilmiah tidak akan berjalan
dengan lancar. Banyak sekali permasalahan yang akan timbul setelahnya, seperti
kesalahan penulisan bahasa baku yang benar menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa
Indonesia), atau kesalahan dalam sistematika penyusunannya. Untuk itulah
makalah dengan judul Pengertian dan Jenis-jenis Karya Ilmiah ini kami
susun guna membantu konsep pemahaman dasar mengenai apa itu karya ilmiah dan
apa saja jenis-jenis karya ilmiah.
B. Rumusan Masalah
1.
Bagaimana pengertian karya ilmiah menurut para ahli?
2. Apa saja jenis-jenis
karya ilmiah?
C. Tujuan
1.
Mengetahui pengertian karya ilmiah menurut para ahli.
2.
Mengetahui jenis-jenis karya ilmiah.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Karya Ilmiah
Karya ilmiah didefinisikan oleh banyak ahli. Menurut Marwoto, karya ilmiah
adalah karya tulis yang disusun dengan menggunakan bahasa ilmiah, berdasarkan
teknik penulisan karya ilmiah, dan berisi gagasan ilmiah.[1]
Menurut Arifin, karya ilmiah adalah karya tulis yang disusun dengan
mempergunakan metode ilmiah (metode yang di dalamnya memuat langkah-langkah
pengorganisasian gagasan melalui pemikiran yang konseptual dan prosedural).[2]
Menurut Brotowijojo, karya ilmiah adalah karya tulis yang di dalamnya
menyajikan fakta berisi ilmu pengetahuan) yang disusun berdasarkan metodologi
penulisan yang baik dan benar.[3]
Menurut Sastrohoetomo, karya ilmiah dipandang sebagai sebuah karya tulis yang
disusun berdasarkan hasil penyelidikan-penyelidikan atau kenyataan-kenyataan
ilmiah.[4] Dari
beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa karya ilmiah adalah karya
tulis yang didalamnya berisi gagasan ilmiah yang penjabaran topiknya dilakukan
secara deskriptif-argumentatif dan disusun dengan teknik penulisan karya
ilmiah.
B. Jenis-jenis Karya Ilmiah
Pada prinsipnya
semua karya tulis ilmiah itu sama, yaitu hasil dari suatu kegiatan. Hal
yang membedakan adalah materi, susunan,
serta tujuan karya tulis ilmiah. Penentuan jenis atau karya ilmiah biasanya
disesuaikan dengan keperuntukan karya ilmiah tersebut. Ada beberapa jenis karya
ilmiah, antara lain:
1.
Makalah
Makalah merupakan karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu
masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut dengan
disertai analisis yang logis dan objektif.[5]
Makalah biasanya membahas topik yang terkait dengan perkuliahan atau dalam
suatu seminar, simposium, kongres, dan lokakarya.[6]
Penyusunan makalah memiliki sistematika sebagai berikut:
a.
Judul
b.
Abstrak
c.
Pendahuluan
d.
Pembahasan isi
e.
Kesimpulan
f.
Daftar pustaka[7]
Langkah-langkah penulisan makalah
adalah sebagai berikut.
a.
Menentukan dan membatasi topik.
b.
Membuat kerangka dan mengumpulkan
bahan.
c.
Membaca buku sumber (pustaka) dan
menentukan bagian yang akan dirujuk.
d.
Menulis draf atau rencana konsep
makalah.
e.
Penyuntingan tulisan makalah dan
penyempurnaan hingga makalah siap cetak.[8]
2.
Paper
Paper atau biasanya disebut dengan karya tulis, adalah karya ilmiah
yang berisi ringkasan atau resume dari suatu mata kuliah atau ringkasan ceramah
tertentu, yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswanya.[9]
Tujuan pembuatan paper adalah untuk melatih kemampuan untuk mengambil intisari
dari mata kuliah atau ceramah yang diajarkan.
3.
Artikel Jurnal
Artikel jurnal adalah karangan
ilmiah dalam bidang tertentu yang diterbitkan dalam sebuah jurnal yang khususu
menerbitkan bidang kajian ilmu tersebut.[10]
Sistematika penulisan artikel jurnal sebagai berikut:
a.
Judul artikel
Judul artikel dapat dirumuskan dengan kalimat
berita atau kaliamat tanya, menggunakan kata atau istilah yang mencerminkan
materi bahasan artikel. Kata dalam judul memiliki daya tarik yang kuat bahkan
boleh menggunakan kata yang profokatif agar dapat membuat seseorang tertarik untuk
membacanya.
b.
Nama Penulis
c.
Abstrak
Abstrak
merupakan penyajian ringkas dari seluruh artikel, bukan komentar atau
pengantar. Sistematika penulisan abstrak diantaranya: ditulis dalam bahasa
Inggris dengan panjang 150-200 kata dalam suatu paragraf, diketik dengan spasi
tunggal ditempatkan menjorok lima ketikan margin kiri maupun kanan, dan kata
kunci merujuk bidang Ilmu yang dikaji ditulis dibawah abstrak.
d.
Pendahuluan
Pendahuluan
mengacu pada permasalahan yang dibahas dan menekankan masalah yang
controversial agar menarik perhatian pembaca, menyajikan sari artikel
terdahulu, menyajikan masalah yang belum tuntas, dan diakhiri dengan rumusan
masalah dan tujuan singkat yang akan dibahas.
e.
Bagian Inti
Berisi
pembahasan analisis, argumentasi, komparasi, dan dirian penulis tentang masalah
yang ditulis. Pembahasan dalam bagian inti ini bersifat argumentative,
analisis, kritis, sistematis, dan logis.
Tidak bersifat instruktif dan diusahakan bersifat komparatif.
f.
Penutup atau Kesimpulan
Penutup atau
kesimpulan merupakan paduan hasil pemikiran, pendapat ahli, dan materi yang
digunakan. Pada bagian kesimpulan merupakan jawaban atau solusi penulis atas
masalam dalam pembahasan dan menyajikan rekomendasi yang ditujukan kepada orang
atau suatu lembaga.
g.
Daftar Pustaka.[11]
4.
Proposal
Proposal adalah karangan ilmiah
yang berisi rancangan kerja.[12]
Susunan proposal terdiri atas:
a.
Judul kegiatan, berupa frasa bukan
kalimat.
b.
Latar belakang, berisi pemikiran
yang mendasari masalah, keaslian penelitian yang menjelaskan bahwa penelitian
ini belum pernah dilakukan orang dan manfaat penelitian.
c.
Tujuan penelitian, dijelaskan
secara jelas, tegas, dan sinkron dengan masalah pembahasan dan kesimpulan.
d.
Tinjauan pustaka, disusun secara
sistematis berisi berbagai informasi dari bacaan, referensi dan data empirik
yang dapat menunjang penelitian.
e.
Landasan teori, berisi seprangkat
proposisi yang sudan didefinisikan secara operasional dan saling berhubungan. Penjelasan
hubungan antara variabel landasan teori berdasarkan tinjauan pustaka yang dapat
menghasilkan kerangka berpikir, hipotesis, dan pemecahan masalah.
f.
Hipotesis, disusun berdasarkan landasan
teori atau tinjauan pustaka. Penelitian tidak harus menggunakan hipotesis.
Misalnya penelitian tentang fenomena sosial, budaya atau pendidikan, dapat
diganti dengan pertanyaan-pertanyaan.
g.
Metode penelitian, menyebutkan
materi penelitian, instrumen pengumpulan data, proses penelitian variabel dan
data yang dikumpulkan analisis hasil.
h.
Jadwal kegiatan, berisi tahap
penelitian, rincian kegiatan setiap tahap, waktu yang diperlukan untuk
mengerjakan setiap tahap.
i.
Daftar pustaka.[13]
5.
Skripsi
Skirpsi adalah karya tulis ilmiah
pendidikan yang diperuntukkan sebagai persyartan mahasiswa mendapatkan gelar
sarjan (S-1). Istilah skripsi berasal dari kalimat deskripsi (description),
yang berarti memberikan gambaran tentang suatu mnasalah yang dibahas dengan
memaparkan data serta pustaka, untuk menghasilkan kesimpulan.pembahasan dalam
skripsi harus dilakukan dengan mengikuti alur pemikiran ilmiah yaitu logis dan
empiris, logis (masuk akal), sedangkan Empiris (mendalam). Logis dan empiris
artinya, pembahasannya harus masuk akal dan mendalam, dengan pembuktian berupa
data yang diperoleh dari penelitian lapangan.[14]
Mahasiswa yang menyandang gelar sarjana (S-1) harus mampu
menggambarkan kembali ilmu yang sudah didapatkan dari bangku kuliahnya. Itulah
sebabnya salah satu persyartan untuk mendapatkan gelar sarjana (S-1), mereka
harus membuat karya tulis ilmiah berupa skripsi. Skripsi harus ditulis
berdasarkan kajian ilmiah melalui suatu penelitian ilmiah.
6.
Thesis
Thesis adalah suatu karya ilmiah
pendidikan yang peruntukannya sebagai salah satu persyaratan bagi mahasiswa
pascasarjana untuk mendapatka gelar (S-2). Sebenarnya, secara teoritis
pembuatan skripsi sama dengan thesis, yaitu bersumber pada data dan pustaka.
Data diperoleh dari lapangan berupa hasil penelitian, sedangkan pustaka didapat
dari literatur di perpustakaan.[15]
Istilah thesis berasal dari kalimat sinthesa (sinthation).
Jika skripsi bertujuan mendeskripsikan ilmu, maka thesis bertujuan mensinthesakan
ilmu yang diperoleh dari perguruan tinggi, guna memperluas khazanah ilmu yang
didapatkan dari bangku kuliah.[16]
Perluasan khazanah itu terutama berupa
temuan-temuan baru hasil dari suatu penelitian. Itu sebabnya penulisan skripsi dan
thesis harus berdasarkan hasil penelitian ilmiah.
7.
Disertasi
Disertasi merupakan karya tulis
ilmiah yang mempunyai sumber utama berupa penyelidikan laboratorium atau
penelitian lapangan. Disertasi melahirkan sebuah teori, penemuan atau model
baru. Disertasi disusun untuk kepentingan penyelesaian studi pada strata tiga
(doktor).[17]
Jika dalam penulisan skripsi atau thesis bersumber dari data dan
pustaka saja, sedangkan disertasi bersumber dari data lapangan, penelitian
laboratorium serta kajian pustaka. Dalam
mengungkapkan teori untuk memecahkan sebuah masalah, penulis wajib menyertakan
teoti-teori baru yang diperolehnya. Selain menyertakan teori-teori baru yang
diperolehnya, penulis juga harus menyertakan sanggahan-sanggahan terhadap teori
lama.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Karya ilmiah adalah karya tulis yang didalamnya berisi gagasan ilmiah yang
penjabaran topiknya dilakukan secara deskriptif-argumentatif dan disusun dengan
teknik penulisan karya ilmiah. Ada beberapa jenis karya ilmiah
antara lain makalah, paper, artikel jurnal, proposal, skripsi, thesis, dan
disertasi.
Semua jenis karya ilmiah menyajikan hasil
kegiatan penelitian tentang suatu pokok masalah berdasarkan metode ilmiah yang disajikan
secara sistematis, dilengkapi dengan data dan fakta yang valid serta sesuai dengan
kaidah penulisan karya tulis ilmiah.
B. Saran
Makalah ini
disusun untuk memberi wawasan mengenai pengertian dan jenis karya tulis ilmiah
pada pembaca. Penulis menyarankan untuk membaca dengan seksama agar dapat
memahami karya tulis ilmiah dengan baik. Penulisan makalah ini masih jauh dari
kata sempurna, sehinggah saran yang membangun kami butuhkan untuk membuat karya
kami menjadi lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Djuroto, Toto. 2007. Menulis Artikel dan Karya Ilmiah. Bandung: PT.
REMAJA ROSDAKARYA.
HS, Widjono. 2007. Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian
di Perguruan Tinggi. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Maimunah, Siti
Annijat. 2011. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Malang:
UIN-MALIKI PRESS.
[1] Siti Annijat Maimunah, Bahasa Indonesia
untuk Perguruan Tinggi, (Malang: UIN-MALIKI PRESS, 2011), hlm. 45.
[6] Widjono HS, Bahasa Indonesia Mata Kuliah
Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi, (Jakarta: PT Gramedia Widiasarana
Indonesia, 2007), hlm. 237.
[9] Toto Djuroto, Menulis Artikel dan Karya
Ilmiah, (Bandung: PT. REMAJA ROSDAKARYA, 2007), hlm. 24.
[10] Widjono, Bahasa Indonesia Mata Kuliah
Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi, op. Cit., hlm. 238.

