Minggu, 03 Mei 2020

Makalah Karya Tulis Ilmiah


Makalah
Pengertian dan Jenis-jenis Karya Ilmiah
Disusun guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Semester Genap
Dosen Pengampu: Andi Asyhari, M.Pd.


Disusun oleh :
1.      Ummatul Markhumah          (16103*****)
2.      Halimatussa’diah                 (16103*****)
3.      Ariska Fitriyani                    (16103*****)
4.      Ulfatun Nasifah                   (16103*****)

 

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH BTIDAIYAH - A
2018
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Karya ilmiah memiliki hubungan erat dengan istilah penelitian ilmiah dan berfikir ilmiah. Dikatakan demikian karena penelitian ilmiah adalah penelitian yang dilakukan dengan menggunakan pola berfikir secara ilmiah, yakni pola berfikir yang di dalamnya mencakup langkah-langkah pengorganisasian gagasan melalui pemikiran secara konseptual dan prosedural. Adapun wujud dari penelitian ilmiah itu sendirilah yang disebut sebagai karya ilmiah.
Karya ilmiah juga erat kaitannya dengan menulis. Dalam penulisan karya ilmiah harus didasarkan kepada segala sesuatu yang bersifat keilmuan, didasarkan pada ilmu pengetahuan, serta memenuhi syarat atau kaidah ilmu pengetahuan.Penulisannya harus menggunakan bahasa baku yang ilmiah dengan menyajikan topik yang berupa fakta, berisikan gagasan ilmiah (ilmu pengetahuan), didasarkan pada hasil penyelidikan-penyelidikan, dan memberikan alternatif solusi.
Penulisan karya ilmiah kerap kali menjadi masalah bagi seorang peneliti yang sedang mengadakan suatu penelitian. Masalah yang paling mendasar adalah ketika seorang peneliti belum paham betul tentang apa itu karya ilmiah atau bahkan tidak mengerti mengenai jenis-jenis karya ilmiah, sehingga penyusunan karya ilmiah tidak akan berjalan dengan lancar. Banyak sekali permasalahan yang akan timbul setelahnya, seperti kesalahan penulisan bahasa baku yang benar menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), atau kesalahan dalam sistematika penyusunannya. Untuk itulah makalah dengan judul Pengertian dan Jenis-jenis Karya Ilmiah ini kami susun guna membantu konsep pemahaman dasar mengenai apa itu karya ilmiah dan apa saja jenis-jenis karya ilmiah.


B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pengertian karya ilmiah menurut para ahli?
2.      Apa saja jenis-jenis karya ilmiah?
C.     Tujuan
1.      Mengetahui pengertian karya ilmiah menurut para ahli.
2.      Mengetahui jenis-jenis karya ilmiah.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Karya Ilmiah
Karya ilmiah didefinisikan oleh banyak ahli. Menurut Marwoto, karya ilmiah adalah karya tulis yang disusun dengan menggunakan bahasa ilmiah, berdasarkan teknik penulisan karya ilmiah, dan berisi gagasan ilmiah.[1] Menurut Arifin, karya ilmiah adalah karya tulis yang disusun dengan mempergunakan metode ilmiah (metode yang di dalamnya memuat langkah-langkah pengorganisasian gagasan melalui pemikiran yang konseptual dan prosedural).[2] Menurut Brotowijojo, karya ilmiah adalah karya tulis yang di dalamnya menyajikan fakta berisi ilmu pengetahuan) yang disusun berdasarkan metodologi penulisan yang baik dan benar.[3] Menurut Sastrohoetomo, karya ilmiah dipandang sebagai sebuah karya tulis yang disusun berdasarkan hasil penyelidikan-penyelidikan atau kenyataan-kenyataan ilmiah.[4] Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa karya ilmiah adalah karya tulis yang didalamnya berisi gagasan ilmiah yang penjabaran topiknya dilakukan secara deskriptif-argumentatif dan disusun dengan teknik penulisan karya ilmiah.
B.     Jenis-jenis Karya Ilmiah
Pada prinsipnya semua karya tulis ilmiah itu sama, yaitu hasil dari suatu kegiatan. Hal yang  membedakan adalah materi, susunan, serta tujuan karya tulis ilmiah. Penentuan jenis atau karya ilmiah biasanya disesuaikan dengan keperuntukan karya ilmiah tersebut. Ada beberapa jenis karya ilmiah, antara lain:


1.      Makalah
Makalah merupakan karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah atau topik tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut dengan disertai analisis yang logis dan objektif.[5] Makalah biasanya membahas topik yang terkait dengan perkuliahan atau dalam suatu seminar, simposium, kongres, dan lokakarya.[6] Penyusunan makalah memiliki sistematika sebagai berikut:
a.       Judul
b.      Abstrak
c.       Pendahuluan
d.      Pembahasan isi
e.       Kesimpulan
f.       Daftar pustaka[7]
Langkah-langkah penulisan makalah adalah sebagai berikut.
a.    Menentukan dan membatasi topik.
b.    Membuat kerangka dan mengumpulkan bahan.
c.    Membaca buku sumber (pustaka) dan menentukan bagian yang akan dirujuk.
d.   Menulis draf atau rencana konsep makalah.
e.    Penyuntingan tulisan makalah dan penyempurnaan hingga makalah siap cetak.[8]
2.      Paper
Paper atau biasanya disebut dengan karya tulis, adalah karya ilmiah yang berisi ringkasan atau resume dari suatu mata kuliah atau ringkasan ceramah tertentu, yang diberikan oleh dosen kepada mahasiswanya.[9] Tujuan pembuatan paper adalah untuk melatih kemampuan untuk mengambil intisari dari mata kuliah atau ceramah yang diajarkan.
3.      Artikel Jurnal
Artikel jurnal adalah karangan ilmiah dalam bidang tertentu yang diterbitkan dalam sebuah jurnal yang khususu menerbitkan bidang kajian ilmu tersebut.[10] Sistematika penulisan artikel jurnal sebagai berikut:
a.       Judul artikel
 Judul artikel dapat dirumuskan dengan kalimat berita atau kaliamat tanya, menggunakan kata atau istilah yang mencerminkan materi bahasan artikel. Kata dalam judul memiliki daya tarik yang kuat bahkan boleh menggunakan kata yang profokatif  agar dapat membuat seseorang tertarik untuk membacanya.
b.      Nama Penulis
c.       Abstrak
Abstrak merupakan penyajian ringkas dari seluruh artikel, bukan komentar atau pengantar. Sistematika penulisan abstrak diantaranya: ditulis dalam bahasa Inggris dengan panjang 150-200 kata dalam suatu paragraf, diketik dengan spasi tunggal ditempatkan menjorok lima ketikan margin kiri maupun kanan, dan kata kunci merujuk bidang Ilmu yang dikaji ditulis dibawah abstrak.
d.      Pendahuluan
Pendahuluan mengacu pada permasalahan yang dibahas dan menekankan masalah yang controversial agar menarik perhatian pembaca, menyajikan sari artikel terdahulu, menyajikan masalah yang belum tuntas, dan diakhiri dengan rumusan masalah dan tujuan singkat yang akan dibahas.


e.       Bagian Inti
Berisi pembahasan analisis, argumentasi, komparasi, dan dirian penulis tentang masalah yang ditulis. Pembahasan dalam bagian inti ini bersifat argumentative, analisis, kritis, sistematis, dan logis.  Tidak bersifat instruktif dan diusahakan bersifat komparatif.
f.       Penutup atau Kesimpulan
Penutup atau kesimpulan merupakan paduan hasil pemikiran, pendapat ahli, dan materi yang digunakan. Pada bagian kesimpulan merupakan jawaban atau solusi penulis atas masalam dalam pembahasan dan menyajikan rekomendasi yang ditujukan kepada orang atau suatu lembaga.
g.      Daftar Pustaka.[11]
4.      Proposal
Proposal adalah karangan ilmiah yang berisi rancangan kerja.[12] Susunan proposal terdiri atas:
a.       Judul kegiatan, berupa frasa bukan kalimat.
b.      Latar belakang, berisi pemikiran yang mendasari masalah, keaslian penelitian yang menjelaskan bahwa penelitian ini belum pernah dilakukan orang dan manfaat penelitian.
c.       Tujuan penelitian, dijelaskan secara jelas, tegas, dan sinkron dengan masalah pembahasan dan kesimpulan.
d.      Tinjauan pustaka, disusun secara sistematis berisi berbagai informasi dari bacaan, referensi dan data empirik yang dapat menunjang penelitian.
e.       Landasan teori, berisi seprangkat proposisi yang sudan didefinisikan secara operasional dan saling berhubungan. Penjelasan hubungan antara variabel landasan teori berdasarkan tinjauan pustaka yang dapat menghasilkan kerangka berpikir, hipotesis, dan pemecahan masalah.
f.       Hipotesis, disusun berdasarkan landasan teori atau tinjauan pustaka. Penelitian tidak harus menggunakan hipotesis. Misalnya penelitian tentang fenomena sosial, budaya atau pendidikan, dapat diganti dengan pertanyaan-pertanyaan.
g.      Metode penelitian, menyebutkan materi penelitian, instrumen pengumpulan data, proses penelitian variabel dan data yang dikumpulkan analisis hasil.
h.      Jadwal kegiatan, berisi tahap penelitian, rincian kegiatan setiap tahap, waktu yang diperlukan untuk mengerjakan setiap tahap.
i.        Daftar pustaka.[13]
5.      Skripsi
Skirpsi adalah karya tulis ilmiah pendidikan yang diperuntukkan sebagai persyartan mahasiswa mendapatkan gelar sarjan (S-1). Istilah skripsi berasal dari kalimat deskripsi (description), yang berarti memberikan gambaran tentang suatu mnasalah yang dibahas dengan memaparkan data serta pustaka, untuk menghasilkan kesimpulan.pembahasan dalam skripsi harus dilakukan dengan mengikuti alur pemikiran ilmiah yaitu logis dan empiris, logis (masuk akal), sedangkan Empiris (mendalam). Logis dan empiris artinya, pembahasannya harus masuk akal dan mendalam, dengan pembuktian berupa data yang diperoleh dari penelitian lapangan.[14]
Mahasiswa yang menyandang gelar sarjana (S-1) harus mampu menggambarkan kembali ilmu yang sudah didapatkan dari bangku kuliahnya. Itulah sebabnya salah satu persyartan untuk mendapatkan gelar sarjana (S-1), mereka harus membuat karya tulis ilmiah berupa skripsi. Skripsi harus ditulis berdasarkan kajian ilmiah melalui suatu penelitian ilmiah.
6.      Thesis
Thesis adalah suatu karya ilmiah pendidikan yang peruntukannya sebagai salah satu persyaratan bagi mahasiswa pascasarjana untuk mendapatka gelar (S-2). Sebenarnya, secara teoritis pembuatan skripsi sama dengan thesis, yaitu bersumber pada data dan pustaka. Data diperoleh dari lapangan berupa hasil penelitian, sedangkan pustaka didapat dari literatur di perpustakaan.[15]
Istilah thesis berasal dari kalimat sinthesa (sinthation). Jika skripsi bertujuan mendeskripsikan ilmu, maka thesis bertujuan mensinthesakan ilmu yang diperoleh dari perguruan tinggi, guna memperluas khazanah ilmu yang didapatkan dari bangku kuliah.[16] Perluasan khazanah itu terutama  berupa temuan-temuan baru hasil dari suatu penelitian. Itu sebabnya penulisan skripsi dan thesis harus berdasarkan hasil penelitian ilmiah.
7.      Disertasi
Disertasi merupakan karya tulis ilmiah yang mempunyai sumber utama berupa penyelidikan laboratorium atau penelitian lapangan. Disertasi melahirkan sebuah teori, penemuan atau model baru. Disertasi disusun untuk kepentingan penyelesaian studi pada strata tiga (doktor).[17]
Jika dalam penulisan skripsi atau thesis bersumber dari data dan pustaka saja, sedangkan disertasi bersumber dari data lapangan, penelitian laboratorium serta kajian pustaka.  Dalam mengungkapkan teori untuk memecahkan sebuah masalah, penulis wajib menyertakan teoti-teori baru yang diperolehnya. Selain menyertakan teori-teori baru yang diperolehnya, penulis juga harus menyertakan sanggahan-sanggahan terhadap teori lama.


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Karya ilmiah adalah karya tulis yang didalamnya berisi gagasan ilmiah yang penjabaran topiknya dilakukan secara deskriptif-argumentatif dan disusun dengan teknik penulisan karya ilmiah. Ada beberapa jenis karya ilmiah antara lain makalah, paper, artikel jurnal, proposal, skripsi, thesis, dan disertasi.
Semua jenis karya ilmiah menyajikan hasil kegiatan penelitian tentang suatu pokok masalah berdasarkan metode ilmiah yang disajikan secara sistematis, dilengkapi dengan data dan fakta yang valid serta sesuai dengan kaidah penulisan karya tulis ilmiah.
B.     Saran
Makalah ini disusun untuk memberi wawasan mengenai pengertian dan jenis karya tulis ilmiah pada pembaca. Penulis menyarankan untuk membaca dengan seksama agar dapat memahami karya tulis ilmiah dengan baik. Penulisan makalah ini masih jauh dari kata sempurna, sehinggah saran yang membangun kami butuhkan untuk membuat karya kami menjadi lebih baik lagi.


DAFTAR PUSTAKA
Djuroto, Toto. 2007. Menulis Artikel dan Karya Ilmiah. Bandung: PT. REMAJA ROSDAKARYA.
HS, Widjono. 2007. Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Maimunah, Siti Annijat. 2011. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Malang: UIN-MALIKI PRESS.



[1] Siti Annijat Maimunah, Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi, (Malang: UIN-MALIKI PRESS, 2011), hlm. 45.
[2]Ibid.
[3] Ibid.
[4] Ibid.
[5] Ibid., hlm. 55.
[6] Widjono HS, Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi, (Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 2007), hlm. 237.
[7] Ibid.
[8] Ibid., hlm. 238.
[9] Toto Djuroto, Menulis Artikel dan Karya Ilmiah, (Bandung: PT. REMAJA ROSDAKARYA, 2007), hlm. 24.
[10] Widjono, Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi, op. Cit., hlm. 238.
[11] Ibid.
[12] Ibid., hlm. 239-240.
[13] Ibid.
[14]  Toto, Menulis Artikel dan Karya Ilmiah, op. Cit., hlm. 26.
[15] Ibid., hlm.  27.
[16] Ibid.
[17] Ibid., hlm. 28.